Tampilkan postingan dengan label Bussines. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bussines. Tampilkan semua postingan

Bisnis Online

contoh bisnis online yang cukup mudah untuk mendapatkan uang dengan cepat bila anda bisa mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku.... klik saja di bawah ini...
Klik disini

Cara Meningkatkan Penghasilan / Earnings Infolinks

Infolinks adalah salah satu alternatif penghasilan iklan text (in-text advertisement) selain dari google adsense, bagi sebagian blogger mungkin sudah tidak asing lagi dengan program dari infolinks ini. Perbedaan iklan infolinks dengan iklan dari google adsense adalah iklan yang terintegrasi ke dalam isi maupun judul posting kita, jadi iklan infolinks akan muncul ketika ada sebuah keyword yang cocok.
Infolinks & Adsense bisa jadi membuat agan dapat menghasilkan ribuan dollar atau puluhan ribu dollar per bulan. Nah pada kali ini ane minta ijin mau coba bahas bagaimana mengoptimalkan iklan infolinks yang ada pada blog agan2, Berikut ini panduan integrasi Infolinks untuk meningkatkan earning pendapatan infolinks agan. Script dari Infolinks yang bisa digunakan sesuai kebutuhan blog/website agan :
<script type=”text/javascript”></script><script type=”text/javascript”>
var infolink_pid = 93783;
var infolink_wsid = 0;
var infolink_link_color = ’009900′;
var infolink_title_color = ’252667′;
var infolink_text_color = ’000000′;
var infolink_ad_link_color = ’24951E’;
var infolink_cat = ‘news’;
var infolink_anow = 10;
var infolinks_double_underline = true;
</script>
<script src=”http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js” type=”text/javascript”></script>
  1. var infolink_wsid adalah id akun blog/website agan, gunanya untuk menghitung berapa impresi, jumlah klik atau pendapatan agan tiap hari.
  2. var infolink_link_color adalah warna link ads yang akan muncul di postingan, silahkan agan sesuaikan dengan kode warna hexa link blog agan.
  3. var infolink_title_color adalah kode warna pada judul infolink in-text ad. Kode warna standar 252667.
  4. var infolink_text_color adalah kode warna pada teks deksripsi infolink in-text ad. Kode warna standar 000000.
  5. var infolink_ad_link_color adalah kode warna pada alamat url infolink in-text ad.Kode warna standar 24951E.
  6. var infolink_cat, jika ingin memberikan kategori niche sesuai tema blog. Berguna agar infolinks in-text ads yang muncul relevan dengan blog niche. Dari infolinks sendiri memberikan beberapa pilihan kategori yaitu Arts, Automotive, Business, Computers, Games, Health, Home, Kids & Teens, News, Recreation, Reference, Science, Shopping, Society, Sports.
  7. var infolink_anow jika agan ingin membatasi minimal jumlah Infolinks in-text ads muncul di postingan.
  8. var infolinks_double_underline adalah pilihan menggunakan double underline atau single underline pada setiap kata atau frase yang dikonversi menjadi infolinks in-text ads. Untuk double underline pilih ‘true’, dan untuk single underline pilih ‘false’.
Selain itu anda juga bisa mengontrol pada area mana Infolinks in-text ads muncul di postingan, gunakan tag berikut <!–INFOLINKS_ON–> dan <!–INFOLINKS_OFF–>. OFF artinya perintah agar tidak menampilkan Infolinks in-text ads nya. Dan ON untuk menampilkannya lagi. Misalnya anda tidak ingin menampilkan Infolinks in-text ads nya di bagian header blog anda. Maka kodenya seperti ini :
<!–INFOLINKS_OFF–>
kode header nya disini gan
<!–INFOLINKS_ON–>
Contoh lain, agan tidak ingin menampilkan pada kalimat atau paragraf tertentu di postingan anda :
<User triggered, less intrusive that won’t distract from your site’s content
<!–INFOLINKS_OFF–>
Highly relevant In-Text ads for your site
visitors with record high conversion rates
<!–INFOLINKS_ON–>
Quick and easy with no changes to your website
How do I earn money with Infolinks?
Bagi pengguna engine WordPress, agan hanya membutuhkan plugin for wordpress yang memudahkan agan untuk integrasi infolinksnya. Download pluginnya disini :
  1. http://www.infolinks.com/resources/plugins/infolinks-official-plugin-2.8.11.zip
  2. http://www.infolinks.com/resources/plugins/infolinks-official-plugin-2.9.11.zip
Setelah mengintegrasi infolinksnya, apa ada lagi trik lain agar bisa mendapatkan earning yang maksimal? Sebagai blogger pasti punya segudang trik. Dan trik berikut ini tidak jauh dari mengoptimalkan adsense.
1. Fokus pada blog yang berbahasa Inggris, juga bahasa lain yang disetujui yaitu prancis, spanyol dan jerman. Bahasa Indonesia belum mendukung, jadi pastikan jangan daftar blog bahasa Indonesia karena akan otomatis ditolak.
2. Dominan advertiser infolinks berasal dari USA dan Canada, jadi setting beberapa blog anda dengan geo tagging negara tersebut. Carilah pengunjung dari kedua negara tersebut sebanyak-banyaknya.
3. Bidik keyword adsense HPK seperti insurance, lawyer, dll. Infolinks HPK beda-beda tipis kok.
4. Tingkatkan CTR anda dengan menggunakan related tag Infolinks. Pasang tag berikut ini di html widget agan atau pada lokasi yang mendukung tag html. ane biasa memasangnya di atas judul postingan. Code : <input type=”hidden” value=”1″/> Tag ini berfungsi untuk menampilkan best keyword infolinks in-text ads pada halaman postingan.
Infolinks Payoneer
Cara mendapatkan kartu Payoneer Infolinks :
  1. Login akun infolinks agan2.
  2. Masuk menu My Account -> Account Settings -> Payment Details (edit)
  3. Kemudian agan2 pilih : Payoneer Prepaid Mastercard® – Infolinks recommends Payoneer as the most efficient and cheapest form of payment. Click here to login to your account on Payoneer.
  4. Next ->Isi data2 agan, dan sekitar 2 minggu kartu payoneer akan dikirim ke alamat.
Kartu payoneer ini bisa agan2 gunakan jika ada dana di dalamnya, dalam artian PO agan dimasukan ke dalam kartu ini untuk selanjutnya agan tarik melalui ATM2 yang menerima logo master card.

$2 Million Monopoly Board Made of Solid 18K Gold and 165 Gem Stones


$2 Million Monopoly Board Made of Solid 18K Gold and 165 Gem Stones
gold jeweled monopoly board $2 Million Monopoly Board Made of Solid 18K Gold and 165 Gem Stones

The most expensive tag is becoming a bit predictable and repetitive. Make it in gold and platinum and beautify it with diamonds and voila you have the most expensive item. Still, if it is taste fully done it has its own aesthetic appeal. The Wall Street Journal, no less has reported about the most expensive Monopoly board in the world. In the times when you can have a peel off Monopoly game from your local McDonalds talking about a $2 million Monopoly board sounds unreal.
The Wall Street Journal reports that the board is made of solid 18k gold and all the famed properties on the board are gem-set for a total of 165 gemstones. And then there’s the dice; the set has 42 full cut diamonds in place of the dots and is worth $10,000 alone. Since the budget was never a constraint it has been created in the best possible way.

The report estimates the total value of the board at $2 million approximately. But the way the price of gold is zooming up the estimates might have to be revised upwards on a daily basis. This most expensive Monopoly set will be on display for the next two years starting tomorrow at New York’s Museum of American Finance.

Bisnis Rumahan

Bagaimana memulai Bisnis Rumahan ?

bisnis-rumahanMemilih sebuah bisnis rumahan punya tantangan tersendiri, terlebih kalau anda masih mencari bisnis rumahan apa yang cocok untuk anda.
Pernahkah anda berpikir, kenapa anda mencari sebuah peluang bisnis ? Apakah untuk mendapatkan mobil baru, rumah baru, berlibur, atau mungkin anda sudah bosan bekerja dan ingin full time sebagai pebisnis/pengusaha?
Baiklah, apa itu bisnis rumahan? Bisnis rumahan adalah usaha yang kita lakukan dengan berbasis di rumah, bisnis rumahan sebenarnya membutuhkan waktu yang banyak untuk mengembangkannya.
Sebuah bisnis rumahan bukanlah investasi kecil tapi laba yang besar dan bukanlah sebuah usaha cepat kaya.
Jangan heran kalau anda akan mengeluarkan banyak uang untuk pertumbuhan dan perkembangan bisnis rumahan anda.
Tapi sebelum anda lebih jauh memilih dan menjalankan bisnis rumahan anda, mari kita lihat apa saja yang harus dan perlu dilakukan.
Pertama silahkan anda membuat beberapa daftar dari ide-ide yang anda pilih, buatlah pilihan suka dan tidak suka, terus buat lagi daftar kekuatan dan kelemahannya, dan terakhir anda harus memilih sesuatu yang benar-benar anda sukai. Kalau anda berkata saya tidak menyukai apapun, sebenarnya anda belum berpikir dan melihat potensi anda lebih serius lagi.
Salah satu cara untuk mendapatkan potensi yang anda miliki adalah, ketika seseorang memuji hal-hal yang anda lakukan lalu anda tulis, lakukan hal ini untuk beberapa lama. Kumpulkan data-data ini sebanyak mungkin sampai anda benar-benar kehabisan semua kemungkinan itu.
Sekarang coba anda lihat apa saja yang anda miliki  :-)  cukup banyak ide yang anda miliki bukan ?  sekarang saatnya kita mengevaluasi mana-mana yang tidak anda sukai, tujuannya tentu bukan untuk melupakannya, tetapi justru mencari tahu apa penyebab ketidak sukaan anda.
Ada beberapa sebab kenapa anda tidak menyukai sesuatu, bisa saja karena anda kurang pengetahuan tentang yang tidak anda sukai, untuk memastikannya anda harus coba untuk merenungkan kehidupan seperti apa sebenarnya yang anda impikan.
Sekarang saatnya menentukan bisnis rumahan seperti apa sebenarnya yang anda akan buat berdasarkan penilaian yang jujur dari diri anda tadi. Perlu anda ketahui untuk sampai anda menemukan ide bisnis rumahan yang nyaris sempurna itu membutuhkan kesabaran, terburu-buru ataupun ikut-ikutan pastilah tidak akan menghasilkan sesuai harapan.
Tapi perlu saya ingatkan bahwa tidak ada ide yang sempurna, karena masing-masing mempunyai titik lemah. Dan ketika kita menemui masalah kita haruslah menjadi pemecah masalah tersebut, kalau kita ingin sukses dalam bisnis apapun.
Jadi ingatlah bahwa  proses dalam menjalankan sebuah bisnis, termasuk bisnis rumahan yang anda inginkan adalah untuk menaggalkan emosi kita, karena sukses tidaknya kita untuk menjalankan suatu bisnis itu tergantung sikap dan perlakuan kita terhadap bisnis tersebut.
Sekedar informasi, tapi bukan suatu keharusan bahwa saat ini bisnis rumahan yang paling saya sukai saat ini adalah bisnis online, saya bekerja dari rumah dengan modal laptop dan koneksi internet, tapi bisa menghasilkan :-) Tapi itu juga perlu belajar, ingat tidak ada yang instan :-)

Cara Mudah Mencari Penghasilan Di Internet...

Apakah Ini Impian Anda Selama Ini ?
Rumah Mewah, Mobil Idaman, Dan Uang Banyak di Rekening
Hidup Serba berkecukupan, tanpa kerja, tanpa terikat
oleh siapapun, tidak usah bangun pagi-pagi ketempat kerja,
tidak usah buat laporan ke Bos karena Anda adalah
BOS Anda sendiri dengan penghasilan LEBIH BANYAK daripada
BOS Anda. Penghasilan Rp. 20 – 70 Juta perbulan?
Atau 1 – 2 juta perhari? Hidup penuh dengan saldo
rekening yang bertambah terus setiap hari,
semua ini bisa anda wujudkan disini.
Ini Bukan Gurauan, Nyesel deh kalau
Gak Liat Info Dahsyat ini.
Bisnis Terdahsyat Tahun Ini, Dijamin BEDA Dari Yang Lain..!!
Ini bukan program semacam Smart Machine System
yang membodohi membernya dengan iming iming
uang masuk ke ATM secara otomatis lalu
mengharuskan member membuat website sendiri
untuk melakukan hal yang sama atau juga MLM
dan semacamnya ataupun program cepat kaya yang
sangat tidak rasional. Bukan!! bukan sama sekali.
Tapi Ini seperti sebuah Franchise online
dimana kita adalah pemilik usaha tersebut dan
satu lagi yang luar biasa, Tanpa perlu melakukan
instalasi script/software, membuat website,
ebook bahkan TANPA Menyewa Hosting & Membeli Domain,
Anda TETAP bisa menghasilkan uang ratusan ribu bahkan
jutaan rupiah dari Internet! Hebat Bukan?
Disini Anda hanya tinggal menjalankan
Sebuah System yang sudah Ada.

Merangkai laba dari tas tali

Dari masa ke masa, tas menjadi perlengkapan tak terpisahkan bagi kaum hawa. Dalam setiap aktivitasnya, perempuan selalu menenteng barang satu ini. Jangan heran jika produsen tas juga rajin menggelontorkan model baru ke pasar.
Bahkan, untuk membuat produk ini berbeda, tak jarang produsen melakukan pelbagai inovasi. Salah satunya, membuat tas dari bahan sapu lidi. Salah satu produsennya adalah Sutarpi.
Ide membuat tas drai lidi ini terbersit dui benak Sutarpi  saat ia mencari bahan baku tas yang lebih murah. “Ketika krisis, saya mencari ide mendapatkan bahan baku tas yang murah,” tutur perempuan yang telah menggeluti usaha produksi tas sejak 1994 ini.
Bermodalkan duit Rp 1 juta buat membeli batang-batang lidi, sejak awal 2008, perempuan berusia 35 tahun ini mulai menjalankan produksi tas berbahan baku lidi.
Dibantu empat orang karyawan, Sutarpi merangkai batang-batang lidi menjadi sebuah tas. Tentu, batang lidi itu sebelumnya telah diwarnai agar lebih menarik.
Di kawasan Wirobrajan, Yogyakarta, Sutarpi mulai memperkenalkan tas lidi buatannya itu ke masyarakat.Meski terbilang barang baru, ternyata banyak yang kecantol dengan tas lidi Sutarpi.
Dalam waktu singkat, ia bisa meraup omzet Rp 300.000 sehari dari jualan tas lidi. “Ini kan jenis baru. Jadi, banyak orang suka dengan tas lidi saya,” katanya.
Permintaan yang terus meningkat memaksa Sutarpi menambah jumlah karyawannya menjadi enam orang. Bahkan, ia kadang harus menambah jumlahnya menjadi 10 orang, jika ada pesanan dalam jumlah besar.
Sejauh ini, Sutarpi relatif tidak menemui kesulitan soal pasokan bahan baku. Sebab, selain harga lidi relatif murah, barangnya juga mudah didapat. “Saya membelinya di pasar,” ujarnya.
Pembeli dari India
Setiap hari, Sutarpi mampu memproduksi 10 model tas dengan jumlah total 100 unit.  Namun, jika ia kebetulan sedang membuat model agak susah, produksinya hanya 50 tas per hari. Harga tas bervariasi, mulai Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per unit, tergantung model dan kualitas.
Sutarpi mengaku bisa meraup omzet sampai Rp 750.000 per hari. “Marjin masing-masing tas mulai dari Rp 2.000 sampai Rp 5.000,” ungkapnya.
Selama ini, pembeli tas lidi Sutarpi tak terbatas pada masyarakat Yogyakarta. Ada beberapa pelanggan dari Jakarta, Medan, bahkan India. “Pembeli dari India rutin memesan setiap tiga bulan sekali,” katanya bangga.
Bicara soal pemasaran, Sutarpi menggunakan dua cara: tradisional dan modern. Cara tradisional adalah dengan menjajakan sendiri barang dagangannya hingga menitip ke kios. Sedangkan cara modern, ia memasarkan produknya lewat dunia maya. “Tapi, selama ini, promosi lewat internet masih belum maksimal,” akunya.
Bagi Anda yang tertarik mencoba bisnis tas lidi ini, ada beberapa tip menarik dari Sutarpi.
Pertama, siapkan modal minimal Rp 1 juta buat membeli bahan baku lidi. “Perkiraan saya, uang segitu mampu  memproduksi hingga 50 tas lidi per hari,” ujar Sutarpi.
Kedua, cari pekerja yang ulet dan mahir merangkai lidi menjadi tas nan apik. Maklum, membuat tas ini cukup sulit.
Ketiga, Anda harus jeli melihat selera pasar yang mudah berubah. “Makanya, sekarang saya memadukan bahan lidi dengan aksesori akar wangi, enceng gondok, dan bahan lainnya,” papar Sutarpi.

Peluang Bisnis Puding Kedele


Banyak orang menyukai kedelai. Selain rasanya yang nikmat, khasiatnya juga bagus untuk tubuh. Kedelai biasa diolah menjadi susu, tahu, dan tempe. Tapi di tangan pengelola PT Zehat International, muncul inovasi produk olahan puding kedelai atau yang biasa disebut tofu puding.
Marketing Manager PT Zehat International Agus M. Dien bilang, ide membuat tofu puding muncul karena mereka ingin memberi variasi pilihan kepada konsumen dalam bentuk makanan siap saji. “Makanya kami buat puding, apalagi selama ini belum ada yang membuat puding dari kedelai,” ujarnya.
Zehat memulai usaha ini sejak 2006. Awalnya, perusahaan ini sebatas mengolah kedelai menjadi susu cair. Setelah melakukan beberapa kali inovasi, akhirnya mereka berhasil meracik tofu puding.
Untuk bahan baku, tutur Agus, Zehat mengimpor kedelai dari Kanada. Mereka memilih kedelai Kanada karena biji kedelainya lebih besar dan putih, sehingga menghasilkan puding yang bersih. “Jadi, bukan kami tak mau pakai produk lokal, tapi selama ini kalau kami coba selalu gagal, ada ampas hitam tersisa,” ujar Agus.
Proses produksi puding tofu ini diawali dengan mengolah biji kedelai menjadi bubuk. Lalu, bubuk kedelai dicampur air dari mata air pegunungan di Ciawi.  Selanjutnya ditambahkan gula putih dan rasa alami. Ada tiga pilihan rasa, yaitu manis, jahe, dan kopi. Untuk puding beraroma jahe dan kopi, dicampurkan jahe atau kopi yang digiling halus.
Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak 30 menit. Setelah didinginkan sesaat, dituang ke dalam wadah dan dikemas dengan label merek Soylicious. Lalu dimasukkan ke ruang pendingin selama 5 menit. Kemudian, puding yang sudah dikemas direndam sesaat di dalam air mentah, lalu dikemas dalam dus. Untuk mempertahankan rasa, dus puding dimasukkan ke gudang pendingin dengan suhu 2 derajat sampai 7 derajat celcius.
Zehat rutin memproduksi puding setiap tiga hari sekali. Produksinya mencapai 40.000 pieces per bulan dengan harga Rp 4.000 per pieces.
Zehat memasarkan tofu puding buatannya ke Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan Bali. Produk ini juga sudah dipasarkan di beberapa hipermarket besar seperti Sogo, Giant dan Carrefour.
Menurut Agus, setiap bulan Zehan bisa menjual 90 persen dari total produksi mereka. Omzet nya sekitar Rp 144 juta per bulan dengan marjin Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Karena tanpa tambahan pengawet, tofu pudding ini hanya bisa tahan satu bulan.
Karena masa kadaluarsa yang terbilang singkat inilah, Zehat ragu memasarkan tofu puding ke wilayah Sumatera. “Mungkin dengan membangun pabrik di sana, kerjasama dengan distributor, atau cara lainnya, masih dipertimbangkan,” papar Agus.
Saat ini, Zehat dalam tahap pengenalan dan penanaman imaji produknya sebagai produk olahan kedelai yang berkualitas dan tanpa bahan pengawet. “Untuk menjaga imaji, kami tidak bisa memperpanjang masa kadaluarsa dengan memakai bahan pengawet,” ujar Agus.  Zehat berencana menghadirkan tofu puding rasa baru untuk menambah pilihan bagi para konsumen.
Agus optimistis, prospek bisnis tofu puding masih sangat cerah. Sebab, Agus mengklaim, hingga saat ini pemainnya baru Zehat saja. Selain itu, “Beberapa bulan terakhir, kami juga telah menerima pesanan dari sejumlah restoran,” ujarnya. 

Siasat Menjual Sepatu

Industri sepatu lokal tengah dihantam badai krisis global. Ada yang bertahan, banyak pula yang tenggelam. Berbagai upaya dilakukan. Dunia maya sebagai alternatif pemasaran yang efektif menarik untuk dilirik.
Suatu siang dua gadis memasuki Toko Sepatu Laila di Jalan Genteng Hijau, Kuningan (belakang Perbanas), Jakarta. Tika, nama gadis itu, menyodorkan selembar nota pesanan. "Toko ini langganan mama saya. Saya baru sekali ini pesan. Habis, cari sepatu yang saya mau, di toko enggak ada," jelas mahasiswi ITB itu.


Laila (40), sang pemilik toko, memang sudah lama memberi jasa pembuatan sepatu. Langganannya beragam, dari para pemilik toko sepatu, desainer, sampai mahasiswi. "Desainer sepatu, misalnya, pesan ke saya tapi bahan baku dari dia. Saya dan karyawan tinggal mengerjakan," kata ibu tiga anak yang sudah 10 tahun membuka usahanya.

Di daerah Kuningan itu, ada sekitar delapan industri rumahan sejenis. "Dulu cuma ayah saya yang bikin sepatu. Hasilnya dititipkan ke toko-toko sepatu. Ketika saya kuliah, timbul ide ikut basar dan ternyata laku," kisah Laila yang meneruskan usaha sang ayah, (alm) H Mohammad Sidiq.

Bila pabrik sepatu besar banyak yang nyaris bangkrut dihantam krisis global dan bahan baku dari luar negeri naik sekitar 250 persen, Laila justru berbangga hati karena order masih terus berdatangan. "Biar banyak toko jual sepatu bermerek, nyatanya kami tetap dapat order. Minimal, sehari 10 orang datang dan pesan. Itu juga kalau pas sepi," ujar Laila yang menjual sepatunya dari harga Rp 80 ribu hingga di atas Rp 500 ribu. "Tergantung bahan baku. Kalau bahan dan solnyanya dari luar negeri, bisa sekitar Rp 250 ribu. Yang bahan bakunya dalam, sekitar Rp 100 ribu untuk sepatu perempuan. Kalau sepatu pria relatif mahal karena bahan kulitnya harus bagus dan kuat."

Sepatu nyaman dipakai adalah kunci sukses dagangan Laila. Sebelum membuat pesanan, biasanya ia menanyakan hingga soal kecil. "Misalnya, apakah ada perbedaan ukuran telapak kaki kiri dan kanan. Semua diukur dengan cermat supaya ukuran sepatu pas dan nyaman dipakai."

Turun Drastis
Lain lagi cerita Joko Semedi, produsen alas kaki asal Yogya yang bisa bertahan di masa krisis sekarang ini. Meski harga kulit impor naik drastis, "Untungnya pelanggan saya lebih banyak pesan sepatu dari kulit lokal. Ada juga yang bawa bahan sendiri, saya tinggal pasang payet," tutur pria yang membuka bengkel kerjanya di kawasan Njeron Beteng Kraton Yogyakarta.

Dulu, lanjut pria yang mewarisi usaha milik orangtuanya ini, spesialisasinya adalah selop pengantin yang dihias payet. "Sekarang produk saya lebih variatif supaya pelanggan juga makin senang dan tak beralih ke produsen lain. Hampir semua desainer di Yogya membuat sepatu dan selop ke saya," kata Joko yang mematok harga Rp 90 ribu sampai Rp 200 ribu.

Laila dan Joko jelas lebih beruntung dibanding para produsen sepatu di Pusat Industri Kerajinan (PIK) Pulogadung yang tengah mati-matian bertahan dari hantaman badai krisis global. Salah satunya, Latvia Shoes & Bag yang memproduksi sepatu pria dan wanita dewasa. Mieke, staf Latvia berkisah, "Sejak Oktober 2008 hingga awal tahun 2009, tidak ada kenaikan permintaan dari pelanggan yang rata-rata dari Indonesia Timur. Penurunannya sampai 60 persen. Tapi kami tetap bertahan," ujarnya optimis.

Promo Lewat Web & Blog

Ada berbagai cara untuk menyiasati pasar yang sedang sepi. Natalia Krisna Arini (26) lebih memilih berdagang sepatu trepes alias flat shoes lewat website. "Lebih praktis! Tanpa harus bayar uang sewa toko dan listrik, produk saya bisa dikenal di mana-mana. Cukup membayar teman yang mengelola website dan membayar domain setahun sekali," jelas Arini yang memakai merek Wonders Shoe.

Awalnya, Arini adalah supplier produk tas dan sepatu untuk beberapa distro di kawasan Tebet dan Bintaro. Setelah beberapa waktu tak ada peningkatan permintaan, Arini fokus ke usaha sepatu. Sejak Juni 2008 ia memilih website sebagai ajang menggelar dagangannya.

Di websitenya itulah Arini mengunggah foto-foto produk sepatu yang dijual rata-rata Rp 135 ribu. "Calon pembeli tinggal memilih model, warna, dan ukuran sepatu. Saya tidak melayani permintaan yang tidak sesuai dengan contoh. Dalam satu-dua minggu, barang sudah jadi dan siap kirim," tutur alumnus Fakultas Keguruan Sastra Inggris Atmajaya, Jakarta.

Memang, jika melongok websitenya beragam foto sepatu dengan warna-warni menarik terpampang disitu. Diakui Arini, pemilihan model dan warna sepatunya memang serba simpel dan cerah karena ia memang membidik pasar pelajar dan ibu-ibu muda. "Belum lagi kelebihan produk saya berupa tambahan busa empuk di dalam sepatu yang membuat si pemakai lebih nyaman. Jadi memudahkan aktivitas," tuturnya.

Agar bertahan dari terpaan krisis, banyak trik dilakukan Arini. Salah satunya, menggunakan fasilitas blog temannya. "Saya punya seorang teman yang membuatkan logo produk saya. Tiap bulan saya kirimi dia sepatu baru. Dia lalu memakai sepatu itu dan fotonya dipasang di blognya.

Nah, dari situ pembaca blognya bertanya, kemudian memesan sepatu pada saya," ujar Arini yang juga membuka distro sepatu dan kaos bersama suaminya di Kemanggisan Raya, Jakarta Barat. Kini, produk Wonder Shoe sudah dikenal dan dipesan orang sampai ke Malaysia dan Singapura.

Motif Tidak Pasaran

Cerita berjualan lewat web juga datang dari Sintia (24). Perempuan muda ini memasarkan produk sandal untuk kaum muda bermerek Eighteen. "Sejak jualan lewat website gratisan, order jadi banyak," kata Sintia yang berbisnis sejak masih kuliah Unpar, Bandung.

Dalam menjalankan usahanya Sintia bekerja sama dengan seorang teman. Sintia kebagian mendesain, sementara pembuatannya diserahkan ke Tirsa yang memiliki workshop sepatu di kawasan Pasirpogor, Bandung. Bedanya dengan produk buatan Arini, "Calon pembeli boleh memesan warna produk yang beda dengan yang saya tampilkan di web."

Setelah usahanya berjalan mulus, Sintia membuat katalog, "Bagi yang berminat menjual produk saya, boleh menjadi reseller." Dengan begitu, kerja Sintia praktis lebih enteng. "Sekarang saya punya beberapa reseller di beberapa kota. Di Jakarta saja, paling tidak ada enam reseller. Per hari, reseller bisa mendatangkan order 6 pasang sandal."

Apa lagi trik Sintia untuk melanggengkan bisnisnya? "Banyak anak muda mendesain sepatu sesuai keinginan. Ada juga yang untuk dijual lagi. Saya sekadar mewujudkan keinginan mereka. Saya memang selalu mencari bahan yang enggak umum atau pasaran, baik motif dan warnanya. Mungkin itulah yang membuat anak-anak muda suka memesan produk ke saya. Selain unik, sepatu bikinan saya juga awet. Ibarat orang makan, sampai kenyang dikenakan, sepatunya belum rusak. Padahal, harganya murah, lho," urainya berpromosi.