Motor Anda Loyo? Mungkin 3 Hal Ini Penyebabnya
Hal
itu tidak hanya terjadi pada karburator biasa, tetapi juga pada
karburator vakum. "Permasalahan yang sering timbul di karburator vakum
adalah pada pegas yang tidak lagi memiliki kelenturan tinggi, klep yang
kotor, serta membran mengeras," tutur Ahmad Jayadi, mekanik Jaya Motor,
Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Juli 2011.
Pegas
berfungsi untuk membuka dan menutup skep guna membuka lubang venturi
dengan bantuan tekanan udara. Adapun membran bertugas mengatur angin
yang ada di peranti tersebut.
Lantas apa penyebab komponen itu bermasalah? bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan Jayadi :
1. Pegas kehilangan kelenturan
Salah
satu permasalahan yang kerap terjadi pada pegas adalah tingkat
kelenturan yang menurun. Hal itu bisa terjadi seiring dengan usia
pemakaian serta salah perlakuan. "Salah perlakuan itu, misalnya
karburator yang sering diutak-atik atau dibongkar pasang secara tidak
tepat," ujar Jayadi.
Oleh
karena itu bila Anda merasakan atau curiga ada permasalahan di
karburator sebaiknya membawa kendaraan tersebut bengkel. Hal lain yang
harus Anda ingat, carilah bengkel yang memiliki reputasi sebagai
spesialis menangani karburator.
2. Klep kotor
Penyebab
lainnya adalah banyak kotoran di klep. Menumpuknya kotoran itu
menyebabkan klep tidak bisa tertarik maksimal alias seret kala pengguna
motor menarik tuas gas. Akibatnya, pasokan bahan bakar ke ruang bakar
juga tidak maksimal.
Kondisi
itu menyebabkan motor berpotensi mogok. Sebab bila bahan bakar yang ada
di ruang bakar telah terbakar, maka asupan berikutnya tidak terjadi.
Walhasil, motor sulit dihidupkan meski telah distarter beberapa kali.
Bila
menemui gejala seperti itu, Anda juga harus hati-hati membersihkan
kotoran yang ada. Sebab, bila tidak tepat maka posisi pegas juga akan
tergeser. Kendati hanya sedikit bergeser, namun pengaruhnya terhadap
proses buka tutup klep cukup besar.
Oleh
karena itu, untuk membersihkannya jangan menggunakan ampelas.
Gunakanlah cairan untuk memoles dan lakukan dengan hati-hati hingga
kotoran yang menempel terkikis habis. "Hal itu dimaksudkan agar
permukaan skep atau klep tidak terangkat. Bila itu terjadi menyebabkan
bocor klep bocor," ujar Jayadi.
3. Membran bocor
Membran
yang terbuat dari bahan karet di karburator vakum memiliki peran sangat
penting. Karena sangat penting itu, hampir semua produsen motor
melarangnya membuka peranti tersebut.
Permasalahan
lain yang kerap muncul adalah, membran bocor. Hal itu bisa terjadi,
karena saat mengutak-atik peranti itu ada bagian peralatan - misalnya
obeng - yang menyentuh membran dan menyebabkan kebocoran. "Meski hanya
kecil, namun adanya kebocoran itu menyebabkan membran ngobos," kata
Jayadi.
Udara
yang masuk ke ruang vakum menggerakkan karet keluar lagi karena ada
lubang. Sehingga tingkat kevakuman tidak sempurna. Walhasil, piston atau
skep karburator tidak bisa terbuka dengan maksimal.
Akibatnya,
penggelontoran bahan bakar dari karburator ke ruang bakar juga kurang
dan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Ujung-ujungnya, tenaga motor
loyo.
Penyebab
lain kebocoran membran adalah setelah membuka tutup membran,
pemasangannya salah. Artinya, posisi karet dudukan tidak terpasang pas
di tempat semula.
Selain
itu, membran yang terbuat juga tidak tahan zat kimia macam bensin.
Akibatnya bisa jadi keras. Kalau sudah mengeras, akan susah mengangkat
skep walau terjadi kevakuman. Ini yang berakibat lubang venturi jadi
tidak terbuka semua.Sebagai peranti yang berfungsi memasok bahan bakar ke ruang bakar mesin,
karburator memiliki peran kunci bagi mesin motor dalam menghasilkan
tenaga. Pasalnya, besar kecilnya asupan bahan bakar sangat menentukan
kualitasproses pembakaran.
Hal
itu tidak hanya terjadi pada karburator biasa, tetapi juga pada
karburator vakum. "Permasalahan yang sering timbul di karburator vakum
adalah pada pegas yang tidak lagi memiliki kelenturan tinggi, klep yang
kotor, serta membran mengeras," tutur Ahmad Jayadi, mekanik Jaya Motor,
Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Juli 2011.
Pegas
berfungsi untuk membuka dan menutup skep guna membuka lubang venturi
dengan bantuan tekanan udara. Adapun membran bertugas mengatur angin
yang ada di peranti tersebut.
Lantas apa penyebab komponen itu bermasalah? bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan Jayadi :
1. Pegas kehilangan kelenturan
Salah
satu permasalahan yang kerap terjadi pada pegas adalah tingkat
kelenturan yang menurun. Hal itu bisa terjadi seiring dengan usia
pemakaian serta salah perlakuan. "Salah perlakuan itu, misalnya
karburator yang sering diutak-atik atau dibongkar pasang secara tidak
tepat," ujar Jayadi.
Oleh
karena itu bila Anda merasakan atau curiga ada permasalahan di
karburator sebaiknya membawa kendaraan tersebut bengkel. Hal lain yang
harus Anda ingat, carilah bengkel yang memiliki reputasi sebagai
spesialis menangani karburator.
2. Klep kotor
Penyebab
lainnya adalah banyak kotoran di klep. Menumpuknya kotoran itu
menyebabkan klep tidak bisa tertarik maksimal alias seret kala pengguna
motor menarik tuas gas. Akibatnya, pasokan bahan bakar ke ruang bakar
juga tidak maksimal.
Kondisi
itu menyebabkan motor berpotensi mogok. Sebab bila bahan bakar yang ada
di ruang bakar telah terbakar, maka asupan berikutnya tidak terjadi.
Walhasil, motor sulit dihidupkan meski telah distarter beberapa kali.
Bila
menemui gejala seperti itu, Anda juga harus hati-hati membersihkan
kotoran yang ada. Sebab, bila tidak tepat maka posisi pegas juga akan
tergeser. Kendati hanya sedikit bergeser, namun pengaruhnya terhadap
proses buka tutup klep cukup besar.
Oleh
karena itu, untuk membersihkannya jangan menggunakan ampelas.
Gunakanlah cairan untuk memoles dan lakukan dengan hati-hati hingga
kotoran yang menempel terkikis habis. "Hal itu dimaksudkan agar
permukaan skep atau klep tidak terangkat. Bila itu terjadi menyebabkan
bocor klep bocor," ujar Jayadi.
3. Membran bocor
Membran
yang terbuat dari bahan karet di karburator vakum memiliki peran sangat
penting. Karena sangat penting itu, hampir semua produsen motor
melarangnya membuka peranti tersebut.
Permasalahan
lain yang kerap muncul adalah, membran bocor. Hal itu bisa terjadi,
karena saat mengutak-atik peranti itu ada bagian peralatan - misalnya
obeng - yang menyentuh membran dan menyebabkan kebocoran. "Meski hanya
kecil, namun adanya kebocoran itu menyebabkan membran ngobos," kata
Jayadi.
Udara
yang masuk ke ruang vakum menggerakkan karet keluar lagi karena ada
lubang. Sehingga tingkat kevakuman tidak sempurna. Walhasil, piston atau
skep karburator tidak bisa terbuka dengan maksimal.
Akibatnya,
penggelontoran bahan bakar dari karburator ke ruang bakar juga kurang
dan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Ujung-ujungnya, tenaga motor
loyo.
Penyebab
lain kebocoran membran adalah setelah membuka tutup membran,
pemasangannya salah. Artinya, posisi karet dudukan tidak terpasang pas
di tempat semula.
Selain
itu, membran yang terbuat juga tidak tahan zat kimia macam bensin.
Akibatnya bisa jadi keras. Kalau sudah mengeras, akan susah mengangkat
skep walau terjadi kevakuman. Ini yang berakibat lubang venturi jadi
tidak terbuka semua.