Karburator Satria F150: Dari 12,5 Ganti jadi 15-17,5

Karburator Satria F150: Dari 12,5 Ganti jadi 15-17,5

Penyemplak Suzuki Satria F 150 banyak ngalami gejala mbrebet di putaran bawah. Bahkan nggak sedikit yang sampai ditembak knalpot motor sendiri begitu lepas gas. Duarrr!
ini sering terjadi terutama bagi motor fu yang memang masih baru keluar dari pabrik.. sebenarnya tips ini sudah banyak yang menerapkan, karena memang sudah tidak asing lagi khususnya bagi penyemplak si-FU… tapi ga apa-apa lah…
ketika pertama dicermati Satria 4-tak 150 cc ini memang andalkan pilot-jet 12,5 dengan setelan air screw ½ putaran. Walah, kecil sekale. Mungkin biar irit bensin kali yee meski ujung-ujungnya gas nggak sip dibejek.
Sumantri dari Chips Motor mengiyakan. “Jangan lupa diteruskan mengatur ulang setelan udara setelah ganti pilot-jet, ujar pedege mangkal di Pos Pengumben Raya No. 33C, Jakarta Barat.
Pilihannya buanyak, kok. Kitaco boleh, Daytona oke, orisinal apalagi. “Buat kota dingin seperti Bandung, cukup pakai nomer 15 atau kepunyaan Jupiter standar. Kalau di Jakarta, ideal pakai jadi 17,5 atau bawaan Shogun lama,” tandas Mantri yang asal Salatiga itu.
GANTI DAN PASANG SENDIRI
Kalau sudah dapat, buru bongkar cover mesin bebek DOHC ini. Lanjut copot karet boks filter dengan membuka klem pengikat pakai obeng plus. Kemudian tarik slang bensin, membran bensin dan pernapasan mesin.


Ambil lagi obeng plus untuk kendurkan klem karet intake dari bawah. Tarik karbu nggak perlu sampai lepas kabel choke dan gas. Langsung deh buka mangkuk karbu. Angkat pilot-jet lama dan pasang spuyer baru pakai obeng min (gbr. 1). Beres itu, bisa langsung pasang kembali.
Lanjut setel ulang air screw. Tujuannya biar suplai udara seimbang sama guyuran bensin. “Kalau standar cuma ½ putaran berlawanan jarum jam. Pakai pilot-jet 15 naik jadi ¾. Sementara 17,5 pas di 1 putaran (gbr. 2), beber Mantri yang pelopori bikin klub Satria F 150 dan Raider itu.

18 Foto Modifikasi Motor Honda Moped

18 Foto Modifikasi Motor Honda Moped


Modifikasi motor memang selalu menarik minat, baik tua maupun muda, baik modifikasi motor baru ataupun modifikasi motor tua. Kali ini, saya akan tampilkan kumpulan foto modifikasi motor Honda Moped :

















13 mobil modifikasi paling gila

Modifikasi mobil biasanya menampilkan mobil-mobil yang cantik atau yang canggih dengan aksesoris-aksesoris mahal. Tapi yang ini benar-benar bikin orang geleng-geleng kepala tapi bukan karena kagum dan berguman "luar biasa", melainkan "wong edan..."



VW Kodok Transparan



Idenya dari film Back to The Future



Mobil Berotot

Mobil Gangster dari Jepang

Mobil Kucing

Mobil Kardus

Kodok Jadi Kura-kura





Mobil Sepatu

Honda GL 100 bergaya Board Tracker

Honda GL 100 bergaya Board Tracker
Honda GL 100 bergaya Board Tracker
Konsep desain hasil kerjaan Aron Custom di kawasan Janti Barat 58 A Malang ini kuat banget. Motor bergaya Board Tracker jadi acuan konsep Honda GL 100 ini diubah total.
Modifikasi berbasis Board tracker selalu identik dengan model motor balap era tahun 1940-an. Semirip gaya flat tracker bedanya handle bar atau stang yang pendek dan melengkung kebawah punya tujuan buat dipake ngebut sambil merunduk dan mengurangi hambatan angin.Suspensi depan ini dimodel springer dengan penopang dua tabung sokbreker belakang milik matic merk Trusty. Sasis ditata ulang dari pipa besi dengan pengerjaan hingga detil dan finishing yang rapi dan berseni.
Konsep balap era lawas ini ternyata cukup pas meski berbasis mesin kecil dan non balap, Aron Custom hanya mengganti silinder dan jerohannya dengan milik Honda Tiger agar makin bertenaga.
Desain tangki dibikin hand made, dibikin dari plat besi yang dikenteng rapi dengan finishing ciamik layaknya keluaran pabrik. Tangki yang disesuaikan dengan lekuk rangka ini cukup mendukung kaki pengendara menjepit tangkinya yang ramping. Swingarm dibikin rigid dengan jok sepeda dengan tambahan pir kecil agar tidak pegal saat dipakai.
Pengereman depan belakang sudah diaplikasi dengan mencomot piringan standart Mio yang kecil bertromol trail KLX. .: neo/tito/chand
SPEK MODIF:
SOK DPN: Custom, CAKRAM: Mio&GL, TROMOL: KLX Custom, PELEK: Daytona 160/21, BAN: 275/21, BLOK: Tiger, KARBU: NSR SP, PENGAPIAN: Kaze, STANG: Husgvarna, GAS: Kitaco, TOTAL: 15 juta

BMW "Bangkitkan" Motor Teloskopik Pertama di Dunia

BMW "Bangkitkan" Motor Teloskopik Pertama di Dunia

BMW yang terlupakan dibangkitkan kembali dari "kuburnya" di sebuah peti penyimpanan. Mengapa? Motor ini tidak sempat diproduksi massal, bahkan tertunda untuk hadir dalam sebuah pameran. Padahal, motor tersebut mencerminkan sejauh mana BMW pernah membuat sepeda motor, yang boleh dibilang terbaik bahkan mendahului zamannya.

Motor itu adalah prototipe BMW R7. Ceritanya diawali dari seorang jurnalis asing yang pada suatu kali mengaku melihat sebuah BMW R7 prototipe tersebut saat berjalan-jalan di sebuah gunung. Dengan berbagai dorongan, MW Mobile Tradition (sekarang bernama BMW Classic), sebuah divisi khusus BMW, mengiyakan restorasi tersebut.



Perakitan ulang kendaraan rancangan Alfred Bouning tahun 1937 ini pun mengungkap keunikan-keunikannya. Salah satunya, BMW R7 tercatat sebagai motor pertama yang menggunakan suspensi teleskopik. Memang, The Scott Motorcycle sudah menggunakan perangkat itu pada 1908. Namun, suspensi tersebut dinilai tidak berfungsi semestinya, jauh dari apa yang ada pada R7 ini.

Keunikan lainnya, desain "cangkang" yang terpasang dari area setang dan berakhir di poros roda belakang. Di dalamnya tersimpan mesin dan sistem kelistrikan.

Yang tak kalah unik, lampu rem yang bahkan ditambahi tulisan stop untuk mempertegas bahwa motor ini berhenti. Sementara itu, sistem perpindahan giginya diadposi dari gaya berpindah gigi mobil cog swapping, tetapi dengan kopling tangan.


Mesinnya pun berkapasitas besar pada eranya, yaitu 800 cc. Kala itu, BMW sudah membuat R32 dengan mesin 486 cc. Dengan bentuk bodi yang aerodinamik dan pijakan kaki panjang, R7 memang dirancang untuk kecepatan tinggi sekaligus sebagai kendaraan yang elegan.

Sejumlah hal di atas ditambah teknologi baru lainnya membuat ongkos produksi R7 membengkak. Tak kalah apes, perang berkecamuk dan orientasi pembuatan motor pun dialihkan, salah satunya ke kendaraan perang. Oleh karenanya, BMW urung diri menghadirkan motor tersebut. Namun setelah restorasi berhasil, kini kita bisa melihat wujudnya sekaligus menilai-nilai, seideal apakah "motor hebat" bagi seorang Alfred Bouning dan BMW pada masa itu

Motor Anda Loyo? Mungkin 3 Hal Ini Penyebabnya

Motor Anda Loyo? Mungkin 3 Hal Ini Penyebabnya



Hal itu tidak hanya terjadi pada karburator biasa, tetapi juga pada karburator vakum. "Permasalahan yang sering timbul di karburator vakum adalah pada pegas yang tidak lagi memiliki kelenturan tinggi, klep yang kotor, serta membran mengeras," tutur Ahmad Jayadi, mekanik Jaya Motor, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Juli 2011.

Pegas berfungsi untuk membuka dan menutup skep guna membuka lubang venturi dengan bantuan tekanan udara. Adapun membran bertugas mengatur angin yang ada di peranti tersebut.

Lantas apa penyebab komponen itu bermasalah? bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan Jayadi :

1. Pegas kehilangan kelenturan
Salah satu permasalahan yang kerap terjadi pada pegas adalah tingkat kelenturan yang menurun. Hal itu bisa terjadi seiring dengan usia pemakaian serta salah perlakuan. "Salah perlakuan itu, misalnya karburator yang sering diutak-atik atau dibongkar pasang secara tidak tepat," ujar Jayadi.

Oleh karena itu bila Anda merasakan atau curiga ada permasalahan di karburator sebaiknya membawa kendaraan tersebut bengkel. Hal lain yang harus Anda ingat, carilah bengkel yang memiliki reputasi sebagai spesialis menangani karburator.

2. Klep kotor
Penyebab lainnya adalah banyak kotoran di klep. Menumpuknya kotoran itu menyebabkan klep tidak bisa tertarik maksimal alias seret kala pengguna motor menarik tuas gas. Akibatnya, pasokan bahan bakar ke ruang bakar juga tidak maksimal.

Kondisi itu menyebabkan motor berpotensi mogok. Sebab bila bahan bakar yang ada di ruang bakar telah terbakar, maka asupan berikutnya tidak terjadi. Walhasil, motor sulit dihidupkan meski telah distarter beberapa kali.

Bila menemui gejala seperti itu, Anda juga harus hati-hati membersihkan kotoran yang ada. Sebab, bila tidak tepat maka posisi pegas juga akan tergeser. Kendati hanya sedikit bergeser, namun pengaruhnya terhadap proses buka tutup klep cukup besar.

Oleh karena itu, untuk membersihkannya jangan menggunakan ampelas. Gunakanlah cairan untuk memoles dan lakukan dengan hati-hati hingga kotoran yang menempel terkikis habis. "Hal itu dimaksudkan agar permukaan skep atau klep tidak terangkat. Bila itu terjadi menyebabkan bocor klep bocor," ujar Jayadi.

3. Membran bocor
Membran yang terbuat dari bahan karet di karburator vakum memiliki peran sangat penting.  Karena sangat penting itu, hampir semua produsen motor melarangnya membuka peranti tersebut.

Permasalahan lain yang kerap muncul adalah, membran bocor. Hal itu bisa terjadi, karena saat mengutak-atik peranti itu ada bagian peralatan - misalnya obeng - yang menyentuh membran dan menyebabkan kebocoran. "Meski hanya kecil, namun adanya kebocoran itu menyebabkan membran ngobos," kata Jayadi.

Udara yang masuk ke ruang vakum menggerakkan karet keluar lagi karena ada lubang. Sehingga tingkat kevakuman tidak sempurna. Walhasil, piston atau skep karburator tidak bisa terbuka dengan maksimal.

Akibatnya, penggelontoran bahan bakar dari karburator ke ruang bakar juga kurang dan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Ujung-ujungnya, tenaga motor loyo.

Penyebab lain kebocoran membran adalah setelah membuka tutup membran, pemasangannya salah. Artinya, posisi karet dudukan tidak terpasang pas di tempat semula.

Selain itu, membran yang terbuat juga tidak tahan zat kimia macam bensin. Akibatnya bisa jadi keras. Kalau sudah mengeras, akan susah mengangkat skep walau terjadi kevakuman. Ini yang berakibat lubang venturi jadi tidak terbuka semua.Sebagai peranti yang berfungsi memasok bahan bakar ke ruang bakar mesin, karburator memiliki peran kunci bagi mesin motor dalam menghasilkan tenaga. Pasalnya, besar kecilnya asupan bahan bakar sangat menentukan kualitasproses pembakaran.

Hal itu tidak hanya terjadi pada karburator biasa, tetapi juga pada karburator vakum. "Permasalahan yang sering timbul di karburator vakum adalah pada pegas yang tidak lagi memiliki kelenturan tinggi, klep yang kotor, serta membran mengeras," tutur Ahmad Jayadi, mekanik Jaya Motor, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Juli 2011.

Pegas berfungsi untuk membuka dan menutup skep guna membuka lubang venturi dengan bantuan tekanan udara. Adapun membran bertugas mengatur angin yang ada di peranti tersebut.

Lantas apa penyebab komponen itu bermasalah? bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasan Jayadi :

1. Pegas kehilangan kelenturan
Salah satu permasalahan yang kerap terjadi pada pegas adalah tingkat kelenturan yang menurun. Hal itu bisa terjadi seiring dengan usia pemakaian serta salah perlakuan. "Salah perlakuan itu, misalnya karburator yang sering diutak-atik atau dibongkar pasang secara tidak tepat," ujar Jayadi.

Oleh karena itu bila Anda merasakan atau curiga ada permasalahan di karburator sebaiknya membawa kendaraan tersebut bengkel. Hal lain yang harus Anda ingat, carilah bengkel yang memiliki reputasi sebagai spesialis menangani karburator.

2. Klep kotor
Penyebab lainnya adalah banyak kotoran di klep. Menumpuknya kotoran itu menyebabkan klep tidak bisa tertarik maksimal alias seret kala pengguna motor menarik tuas gas. Akibatnya, pasokan bahan bakar ke ruang bakar juga tidak maksimal.

Kondisi itu menyebabkan motor berpotensi mogok. Sebab bila bahan bakar yang ada di ruang bakar telah terbakar, maka asupan berikutnya tidak terjadi. Walhasil, motor sulit dihidupkan meski telah distarter beberapa kali.

Bila menemui gejala seperti itu, Anda juga harus hati-hati membersihkan kotoran yang ada. Sebab, bila tidak tepat maka posisi pegas juga akan tergeser. Kendati hanya sedikit bergeser, namun pengaruhnya terhadap proses buka tutup klep cukup besar.

Oleh karena itu, untuk membersihkannya jangan menggunakan ampelas. Gunakanlah cairan untuk memoles dan lakukan dengan hati-hati hingga kotoran yang menempel terkikis habis. "Hal itu dimaksudkan agar permukaan skep atau klep tidak terangkat. Bila itu terjadi menyebabkan bocor klep bocor," ujar Jayadi.

3. Membran bocor
Membran yang terbuat dari bahan karet di karburator vakum memiliki peran sangat penting.  Karena sangat penting itu, hampir semua produsen motor melarangnya membuka peranti tersebut.

Permasalahan lain yang kerap muncul adalah, membran bocor. Hal itu bisa terjadi, karena saat mengutak-atik peranti itu ada bagian peralatan - misalnya obeng - yang menyentuh membran dan menyebabkan kebocoran. "Meski hanya kecil, namun adanya kebocoran itu menyebabkan membran ngobos," kata Jayadi.

Udara yang masuk ke ruang vakum menggerakkan karet keluar lagi karena ada lubang. Sehingga tingkat kevakuman tidak sempurna. Walhasil, piston atau skep karburator tidak bisa terbuka dengan maksimal.

Akibatnya, penggelontoran bahan bakar dari karburator ke ruang bakar juga kurang dan pembakaran yang terjadi tidak sempurna. Ujung-ujungnya, tenaga motor loyo.

Penyebab lain kebocoran membran adalah setelah membuka tutup membran, pemasangannya salah. Artinya, posisi karet dudukan tidak terpasang pas di tempat semula.

Selain itu, membran yang terbuat juga tidak tahan zat kimia macam bensin. Akibatnya bisa jadi keras. Kalau sudah mengeras, akan susah mengangkat skep walau terjadi kevakuman. Ini yang berakibat lubang venturi jadi tidak terbuka semua.