Nurhayati Siap Dipanggil Dewan Kehormatan DPR



Anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Waode Nurhayati, mengaku masih menunggu kelanjutan dari laporan Ketua DPR Marzuki Alie ke Badan Kehormatan DPR. "Sampai saat ini, saya masih menunggu proses itu," katanya saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Selasa malam 28 Juni 2011.

Nurhayati menuturkan bahwa guna mengklarifikasi masalah ini dirinya siap dipanggil Badan Kehormatan DPR. "Kalau saya dipanggil, saya siap. Tapi, mudah-mudahan tidak perlu," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi, Nurhayati menyebut "Pimpinan dewan penjahat anggaran"  Dia meneggarai bahwa hampir semua anggota Banggar DPR mengutip 7,5 persen hingga 15 persen besaran dana yang dialokasikan dari perubahan Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dalam APBN 2011.
Ketua DPR Marzuki Alie berang dengan pertanyaan itu dan meminta Nurhayati meminta maaf di depan publik, tapi dia ini menolaknya. Sejumlah kalangan memberi dukungan kepadanya.

"Ya, kalau saya sebagai anggota dan orang muda tidak keberatan untuk meminta maaf. Tapi untuk meminta maaf di depan publik saya pikir-pikir dulu," kata Nurhayati di Gedung DPR, belum lama ini.

Nurhayati kemudian menjelaskan apa yang terjadi di acara televisi itu. Pernyataan itu, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari pertanyaan. "Kalimat penjahat ditanya oleh presenter. Saya hanya jawab ya," kata Nurhayati.

Selain mendesak Waode Nurhayati minta maaf, Marzuki juga mengancam akan mengadukan Nurhayati ke Badan Kehormatan DPR. Belakangan beredar kabar bahwa Nurhayati akan dipecat. "Saya sih siap saja. Tapi saya sendiri belum mendegar soal pemecatan itu," katanya.

0 comments:

Posting Komentar