safety riding


Kurang perhitungan saat “nyelip” … akibatnya maut !
Foto ini terkirim via bbm, kecelakaan fatal di daerah jakarta selatan beberapa waktu lalu. Kabarnya pengendara motor tersebut memaksa “nyelip” diantara mobil. Namun sial sepertinya justru nyenggol mobil di sekitarnya (nggak disebutkan) lalu terjatuh dan akhirnya terlindas bus. Biker tersebut dikabarkan meninggal. Tapi nggak ada konfirmasi jelas. Tapi kalo diliat dari kondisi motornya sih memang serem banget!  yah ini sekedar perenungan aja buat kita sesama bikers :) agar lebih waspada dalam berkendara :D

Mengarahkan Survival Instinct …


Fasilitas Baik, Pelanggaran lalu lintas nyaris tidak terjadi
Di negara Maju, Infrastruktur dan Aturan Sinkron
Mungkin buat masbro yang belum pernah Riding di luar negri seperti Singapura, Australia, London atau Prancis suasana lalu lintas di Mega Kuningan, Lippo Karawaci ataupun SCBD bisa dijadikan gambaran, seperti itulah suasana lalu lintas – jalan raya di negara maju. Jalanan luas, terdapat rambu lalu lintas yang jelas (nggak kehalang daon) hingga fasilitas pejalan kaki yang amat baik seperti zebra cross, Trafic light sensor, hingga pedestarian pathway. Nah bisa dibilang hampir nggak ada tuh ngelihat orang nyebrang sembarangan, kendaraan serobotan ataupun berhenti di depan garis putih. Kenapa? Karena antara aturan dan Fasilitas infrastrukturnya memadai. Sehingga secara alamiah pengguna jalan akan merasa nyaman (mengikuti aturan = menikmati fasilitas = lebih cepat)
Pelanggaran lalu lintas terjadi karena Survival Instinct
Kenapa ada banyak bikers memotong jalur trotoar ? kenapa banyak bikers berhenti di depan garis putih? Kenapa begitu lampu kuning bikers malah tancap gas? Iyalah gak disiplin, bodoh, nggak berpendidikan dan sebagainya … Itu kalo cuma pandangan sesaat. Pelanggaran lalu lintas tersebut disebabkan karena “Survival Instinct” manusia sebagai makhluk hidup. Seperti Air, biker melihat trotoar sebagai jalur alternatif. Dibenaknya saya akan tertahan lebih lama 2-3 bahkan 10x lipat jika saya ngantri dibelakang mobil. Berhenti di garis putih? Karena jika saya berhenti di belakang garis putih saya akan menghalangi kendaraan yang ingni belok kiri, terutama bus. Lampu kuning kok ngegas? Dengan akselerasi saya bisa menghemat 5 menitan. Dan ini semua karena “Survival Instinct” manusia untuk mendapatkan yang lebih baik? Salah? Nggak juga, Survival Instinct itu alamiah.
Bandingkan saja seperti seekor Anjing liar dengan anjing peliharaan. (Maaf bagi pembaca yang tidak menyukai dengan perbandingan menggunakan hewan :D ) tapi sebagai pencinta anjing yang juga enthusiast maka hal ini jadi bisa menjadi contoh paling gampang. Contoh:  Anjing liar cenderung terus bergerak tak berarah dan menjadikan setiap objek sebagai peluang (makanan) untuk survival kendati mereka harus melanggar batas wilayah. Sebaliknya Anjing peliharaan cenderung mengabaikan hal yang dianggap peluang bagi anjing liar dan mereka – anjing peliharaan – cenderung mengikuti aturan majikan salah satunya dengan tetap berada di wilayahnya. Karena buat anjing peliharaan dengan mengikuti keinginan / aturan  majikan mereka akan mendapat (makanan) yang secara otomatis peluang survive lebih besar.
Kembali ke Topik. Dengan Infrastrutur yang lebih baik dan aturan yang sinkron maka pengendara khususnya Bikers akan mengarahkan “survival instinct”  yang tercipta padaalam bawah sadar akan membentuk stigma “bahwa mengikuti peraturan = lebih nyaman dan peluang survival akan lebih baik” dan Sebaliknya melanggar aturan maka peluang survive akan lebih kecil. Dengan sendirinya Bikers akan mematuhi aturan. Karena Aturan dibuat bukan saja untuk dipatuhi tetapi untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik ! 

0 comments:

Posting Komentar